Artikel KKN Mandiri Mita Nisari (209220054)

MEMBANGUN ASPEK PENDIDIKAN,MENANAMKAN NILAI - NILAI MORAL PADA ANAK DAN MASYARAKAT DI DESA MERIBUNG 
Mita Nisari
 Prodi PIAUD, Fakultas Tarbiyah dan keguruan, UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi 
E-maill:(mitanisari332@gmail.com) 
                        
                                 Abstrak 
Pendidikan dan penanaman nilai moral merupakan fondasi utama dalam membentuk 
generasi yang berkualitas, berkarakter, serta berdaya saing. Artikel ini membahas upaya 
membangun aspek pendidikan sekaligus menanamkan nilai-nilai moral pada anak dan 
masyarakat di Desa Meribung. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif 
dengan metode observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Hasil kajian menunjukkan 
bahwa keberhasilan pendidikan di desa tidak hanya bergantung pada peran lembaga 
sekolah, tetapi juga pada sinergi antara keluarga, masyarakat, dan tokoh lokal dalam 
menanamkan nilai moral, seperti disiplin, tanggung jawab, gotong royong, dan kejujuran. 
Selain itu, ditemukan beberapa tantangan, antara lain keterbatasan fasilitas pendidikan, 
kurangnya tenaga pendidik, serta pengaruh budaya luar yang dapat melemahkan nilai 
moral anak. Artikel ini menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah desa, 
lembaga pendidikan, dan masyarakat untuk memperkuat pendidikan sekaligus menjaga 
kearifan lokal sebagai landasan moral bagi generasi muda di Desa Meribung. 
Kata kunci: Pendidikan, Nilai Moral, Masyarakat Desa, Generasi Muda, Desa Meribung 
 Abstract 
Education and the inculcation of moral values are the main foundations in shaping a 
qualified, well-charactered, and competitive generation. This article discusses efforts to 
strengthen educational aspects while instilling moral values in children and the 
community in Meribung Village.. The findings indicate that the success of education in 
rural areas does not solely depend on the role of schools but also on the synergy between 
families, communities, and local leaders in fostering moral values such as discipline, 
responsibility, cooperation, and honesty. Furthermore, a shortage of teaching staff, and 
the influence of external cultures that may weaken children’s moral foundation. This 
article emphasizes the importance of collaboration between the village government, 
educational institutions, and the community to strengthen education while preserving 
local wisdom as a moral foundation for the young generation in Meribung Village.
Keywords: ducation, Moral Values, Rural Community, Young Generation, Meribung 
Villag
A. Pendahuluan
Pendidikan merupakan pilar utama dalam membentuk sumber daya 
manusia yang unggul, baik dari segi pengetahuan maupun karakter1
. Di 
tengah arus globalisasi yang semakin cepat, pendidikan tidak hanya dituntut 
untuk meningkatkan aspek kognitif, tetapi juga harus mampu menanamkan 
nilai-nilai moral yang menjadi landasan dalam kehidupan bermasyarakat2
Nilai-nilai moral seperti kejujuran, disiplin, tanggung jawab, serta semangat 
gotong royong memiliki peran penting dalam menjaga keharmonisan sosial, 
terutama di lingkungan pedesaan. 
Desa Meribung sebagai salah satu wilayah dengan potensi sosial dan 
budaya yang kuat, membutuhkan perhatian khusus dalam membangun 
aspek pendidikan sekaligus memperkuat nilai moral masyarakatnya. 
Namun, berbagai tantangan masih dihadapi, seperti keterbatasan sarana 
pendidikan, kurangnya tenaga pengajar, serta pengaruh budaya luar yang 
dapat memengaruhi pola pikir generasi muda3
. Oleh karena itu, diperlukan 
upaya kolaboratif antara lembaga pendidikan, masyarakat, dan pemerintah 
desa untuk membangun pendidikan yang berkarakter. 
Dalam konteks inilah, program Kuliah Kerja Nyata (KKN)
menjadi wadah yang strategis untuk menjawab tantangan tersebut. KKN 
tidak hanya menjadi sarana pengabdian mahasiswa kepada masyarakat, 
tetapi juga sebagai bentuk implementasi ilmu pengetahuan yang diperoleh 
di bangku kuliah. Melalui KKN, mahasiswa berperan aktif dalam 
mengembangkan pendidikan di desa, mengadakan kegiatan bimbingan 
belajar, penguatan literasi, serta penyuluhan nilai-nilai moral kepada anakanak maupun masyarakat. Kehadiran mahasiswa di Desa Meribung 
diharapkan mampu menjadi katalisator perubahan, dengan membawa ide-ide baru sekaligus memperkuat kearifan lokal sebagai modal sosial dalam 
membangun generasi yang berkarakter4
B. Metode 
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, sebab 
fokus utamanya adalah memahami secara mendalam fenomena pendidikan 
dan penanaman nilai-nilai moral yang terjadi di masyarakat Desa Meribung. 
Pendekatan ini memungkinkan peneliti untuk menggambarkan kondisi 
nyata di lapangan secara lebih komprehensif, termasuk upaya, hambatan, 
serta strategi yang dilakukan oleh masyarakat, lembaga pendidikan, dan 
mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN)5
Lokasi penelitian dilakukan di Desa Meribung, sebuah desa yang 
memiliki karakteristik sosial dan budaya khas serta sedang menghadapi 
tantangan dalam mengembangkan pendidikan dan moralitas generasi muda. 
Desa ini dipilih karena merupakan tempat pelaksanaan program KKN, 
sehingga memudahkan peneliti untuk mengkaji peran mahasiswa sekaligus 
partisipasi masyarakat dalam memperkuat kualitas pendidikan dan moral 
anak-anak. 
Subjek penelitian meliputi anak-anak usia sekolah dasar hingga 
remaja, orang tua, tokoh masyarakat, tokoh agama, aparat pemerintah desa, 
serta mahasiswa KKN yang terlibat langsung dalam program pendidikan 
dan pembinaan moral. Berbagai perspektif dari subjek tersebut diharapkan 
dapat memberikan gambaran menyeluruh mengenai kondisi pendidikan dan 
moral di Desa Meribung. 
Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara 
mendalam, dan dokumentasi. Observasi dilakukan dengan mengamati 
secara langsung aktivitas pendidikan, interaksi sosial, serta kegiatan 
mahasiswa KKN di desa. Wawancara digunakan untuk menggali pengalaman dan pandangan anak-anak6
, orang tua, tokoh masyarakat, 
maupun mahasiswa terkait upaya penanaman nilai-nilai moral. Sementara 
itu, dokumentasi diperoleh dari arsip desa, laporan kegiatan KKN, serta 
catatan pendukung lainnya. 
C. Hasil dan Pembahasan 
Pelaksanaan program Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Desa Meribung 
memberikan gambaran nyata mengenai kondisi pendidikan dan moralitas 
masyarakat setempat, sekaligus memperlihatkan kontribusi mahasiswa 
dalam upaya penguatan kedua aspek tersebut. Dari hasil observasi, 
wawancara, serta dokumentasi yang dilakukan, diperoleh beberapa temuan 
penting yang dapat dijabarkan sebagai berikut. 
Pertama, kegiatan bimbingan belajar yang diinisiasi oleh 
mahasiswa KKN berhasil menarik minat anak-anak desa untuk lebih giat 
belajar. Kegiatan ini biasanya dilaksanakan di balai desa maupun di rumahrumah warga dengan jadwal yang disesuaikan agar tidak mengganggu 
aktivitas sekolah. Anak-anak terlihat lebih antusias dalam mengikuti 
pembelajaran tambahan, khususnya pada mata pelajaran dasar seperti 
membaca, menulis, berhitung, dan pelajaran agama. Sebagian orang tua 
mengakui bahwa anak mereka mengalami peningkatan pemahaman 
pelajaran di sekolah setelah rutin mengikuti bimbingan belajar yang 
diselenggarakan mahasiswa7
. Hal ini menunjukkan bahwa keberadaan 
mahasiswa KKN dapat menjadi solusi alternatif atas keterbatasan tenaga 
pengajar di desa. 
Kedua, kegiatan pembinaan karakter dan penanaman nilai moral 
dilakukan dengan pendekatan kreatif dan menyenangkan. Mahasiswa 
menyisipkan nilai disiplin, tanggung jawab, kerjasama, serta kejujuran 
dalam setiap aktivitas yang dilaksanakan. Misalnya, dalam kegiatan belajar 
kelompok, anak-anak diajarkan untuk hadir tepat waktu, mendengarkan instruksi dengan baik, serta menyelesaikan tugas bersama. Permainan 
edukatif juga dirancang untuk mengajarkan anak mengenai kejujuran dan 
pentingnya saling menghargai. Kegiatan keagamaan, seperti pengajian anak 
dan remaja, semakin memperkuat penanaman nilai moral berbasis agama 
yang menjadi identitas masyarakat Desa Meribung. 
Ketiga, partisipasi masyarakat terhadap program KKN juga cukup 
tinggi. Warga ikut serta dalam kegiatan gotong royong yang digerakkan 
mahasiswa, seperti membersihkan lingkungan sekitar, memperbaiki 
fasilitas umum, serta membantu dalam kegiatan sosial8
. Keterlibatan 
masyarakat ini menunjukkan bahwa nilai kebersamaan dan kepedulian 
sosial semakin tumbuh. Beberapa warga menyatakan bahwa semangat 
gotong royong yang dipraktikkan mahasiswa memberikan motivasi bagi 
masyarakat untuk kembali menghidupkan tradisi kerja kolektif yang mulai 
luntur. 
Keempat, dari hasil wawancara dengan tokoh agama dan tokoh 
masyarakat, diperoleh keterangan bahwa keberadaan mahasiswa KKN 
membawa dampak positif bagi generasi muda. Tokoh agama menilai bahwa 
mahasiswa mampu menjadi teladan dan motivator dalam menanamkan 
nilai-nilai moral Islami, seperti akhlak mulia, kejujuran, dan rasa hormat 
kepada orang tua maupun guru. Sementara tokoh masyarakat melihat KKN 
sebagai momentum penting untuk memperkenalkan pola pendidikan yang 
lebih variatif kepada anak-anak desa. 
Meskipun demikian, penelitian ini juga menemukan beberapa 
kendala. Waktu pelaksanaan KKN yang relatif singkat menjadi hambatan 
dalam memastikan keberlanjutan program, sehingga hasil yang diperoleh 
belum sepenuhnya maksimal. Selain itu, masih terdapat sebagian anak yang 
kurang antusias mengikuti kegiatan belajar tambahan karena terbiasa dengan pola bermain yang lebih dominan dalam keseharian mereka. Hal ini 
menunjukkan bahwa pembinaan pendidikan dan moral di desa memerlukan 
kesinambungan serta dukungan penuh dari keluarga, lembaga sekolah, dan pemerintah desa agar hasilnya dapat lebih dirasakan secara jangka panjang. Secara umum, hasil penelitian menunjukkan bahwa program KKN di Desa Meribung memberikan kontribusi nyata dalam peningkatan aspek pendidikan sekaligus penanaman nilai-nilai moral. Kehadiran mahasiswa tidak hanya membantu anak-anak dalam memahami pelajaran, tetapi juga memperkuat pembentukan karakter melalui berbagai kegiatan yang terintegrasi dengan kehidupan masyarakat. Dampak positif tersebut diharapkan dapat menjadi pijakan awal bagi Desa Meribung untuk terus melanjutkan program-program serupa secara mandiri setelah KKN berakhir. 

D. Kesimpulan 
Program Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Desa Meribung memberikan dampak positif dalam meningkatkan aspek pendidikan dan penanaman nilai moral pada anak dan masyarakat. Melalui bimbingan belajar, permainan edukatif, dan kegiatan keagamaan, mahasiswa mampu menumbuhkan minat belajar, disiplin, tanggung jawab, serta semangat gotong royong. Dukungan masyarakat juga menunjukkan adanya sinergi yang baik. Meski demikian, keterbatasan waktu pelaksanaan menjadi kendala utama, sehingga diperlukan keberlanjutan program oleh pihak desa dan lembaga terkait.

                         DAFTAR PUSTAKA 
Arikunto, Suharsimi. Prosedur Penelitian: Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta: Rineka Cipta, 2014. 
Bungin, Burhan. Metodologi Penelitian Sosial. Jakarta: Kencana, 2015. 
Fadhilah, Muhammad. Psikologi Pendidikan Islam: Teori dan Aplikasinya dalam 
Pembelajaran. Yogyakarta: Deepublish, 2019. 
Hidayatullah. Pendidikan Karakter dalam Perspektif Islam. Jakarta: Kencana, 2018. 
Mujiono. Strategi Pembelajaran Tahfizh Al-Qur’an di Lembaga Pendidikan Islam. Jakarta: Rajawali Pers, 2017. 
Sugiyono. Metode Penelitian Kualitatif, Kuantitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta, 2019. 
Suyatno. “Peran Mahasiswa dalam Pengabdian Masyarakat.” Jurnal Pendidikan 
dan Sosial Kemasyarakatan 5, no. 2 (2020): 45. 
Tilaar, H.A.R. Pendidikan, Kebudayaan, dan Masyarakat Madani Indonesia.Bandung: Remaja Rosdakarya, 2002.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mahasiswa Gelar Pekan Kreativitas di Rumah Asuhan Izzati Janah, Kenalkan Alat Permainan Edukatif untuk Anak Usia Dini

GANGGUAN EMOSI DAN PRILAKU (AGRESIF,DEFRESI TANTRUM),GANGGUAN SPEKTRUM AUTISME (AUSTIC,SINDROM ASPERGER)